Dilema pestisida



Peranan pestisida dalam sistem pertanian (di indonesia khususnya) sudah menjadi dilema yang sangat pelik dan berlarut-larut.Di satu pihak ada upaya pemenuhan kebutuhan produksi pangan seiring dengan peningkatan pertumbuhan penduduk Indonesia,maka pada konteks pemenuhan kuantitas produksi pertanian khususnya produk hortikultura,penggunaan pestisida sudah tidak dapat lagi terelakan lagi dalam sistem budidaya pertaniannya. Mengingat penciptaan social culture yang telah tercipta sedemikian rupa oleh pemerintah sejak tahun 1980-an dengan subsidi biaya penggunaan pupuk maupun pestisida dan pendewaan pestisida sebagai penyelamat produksi dan investasi petani. Hingga saat ini ketergantungan petani terhadap pestisida semakin tinggi untuk menghasilkan kuantitas dan kuantitas produk pertanianya , hal ini disebabkan oleh kesimbangan ekologis yang sudah tidak sempurna lagi (populasi hama tinggi musuh alami semakin punah).
Sementara di pihak lain penggunaan pestisida membawa bencana yang sangat hebat terhadap kesehatan petani dan konsumen akibat mengkonsumsi produk hortikultura yang mengandung residu pestisida. Menurut WHO setiap 500000 kasus pestisida terhadap manusia, 5000 di antaranya berakhiri dengan kematian. Dampak lain yang tidak kalah pentingnya adalah timbulnya pencemaran air, tanah dan udara yang dapat mengganggu sistem kehidupan organisme lainnya.

Akhir- akhir ini masalah pastisida juga mempengaruhi kesinambunagan ekspor sayuran asal Dataran tinggi Karo Sumatra utara ke negara tetangga seperti malaysia dan singapura yang sudah berlangsung sejak tahun 1940-an,hal tersebut di pengaruhi oleh isu residu pestisida yang melebihi ambang batas, banyak para eksportir sayuran asal sumut yang gulung tikar akibat ditolaknya sayuran mereka di negara tujuan.

Bagi mana wajah pertanian indonesia di masa depan,jika dilema pestisida ini masih belum menemui solusinya.

2 responses to “Dilema pestisida

  1. Ping-balik: Ardi ALMA

  2. Ping-balik: Ardi ALMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s